Memahami Apa Itu Content Marketing?

“Content is the King” begitulah kata Neil Patel, apakah kamu setuju dengan kata-kata tersebut? Seharusnya sih setuju, karena sekarang ini salah satu peluru marketing adalah content. Sebuah content marketing yang dikemas sesuai dengan kebutuhan pasar, bukan tidak mungkin bisa menarik perhatian konsumen dan mengkonversinya menjadi penjualan. Lantas, sebenarnya apa itu conten marketing? Apa yang harus dilakukan untuk membuat content marketing yang efektif?

Memahami Pengertian Apa Itu Content Marketing?

Jawabannya tentu tidak bisa kita dapatkan dengan mudah. Namun kita bisa mengambil pelajaran dari banyak digital marketer yang sudah lebih dulu membuat content marketing. Untuk itu artikel ini akan mengajak kamu memahami dunia conten dalam pemasaran digital. Simak yuk!

Pengertian Content Marketing Adalah?

Singkatnya pengertian content marketing adalah konten untuk tujuan pemasaran baik secara digital atau tradisional. Content marketing nantinya akan menjadi strategi pemasaran dimana nantinya kita akan melakukan perencanaan, pembuatan dan juga mendistribusikan konten yang bisa menarik perhatian audiens. Content yang dibuat harus tepat sasaran dan bisa mendorong viewer menjadi customer kemudian mengkonversinya menjadi penjualan.

Baca Juga: Pengertian Digital Marketing

Sehinnga terdapat 2 tujuan pada content marketing yang akan dibuat yaitu menarik perhatian audiens baru untuk mengenal bisnis dan juga mendorong atau mengajak para audiens untuk menjadi customer. Hemm, masih bingung?

Mari coba kita mencari contoh pada perusahaan atau brand besar yang kita follow di akun media social kita. Pasti tiap harinya kita akan mendapatkan update menarik, bisa berupa video, foto, artikel, atau infografis yang membuat kita menahan diri untuk mengunfollow. Nah, itulah contoh dari conten marketing. Sampai disini sudah paham kan?

Jadi, content dalam sebuah content marketing bentuknya akan beragam seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bisa video, audio, gambar, atau tulisan. Sementara itu, berdasarkan sifatnya content marketing juga dibedakan menjadi beberapa jenis yang bersifat hanya untuk sekedar menghibur, memberikan Pendidikan, menarik perhatian secara emosional, dan lain-lain.

Yang jelas bila konten sudah bisa menarik perhatian maka konten tersebut bekerja dengan baik. Namun bila content tidak bisa membuat orang yang melihat tertarik dan menyimak untuk beberapa saat artinya content yang kita buat itu gagal.

Efektivitas Content Marketing

Nah, kalau membahas soal efektivitas content marketing akan lebih mudah kalau kita melihatnya pada perbandingan model pemasaran modern dan tradisional.

Pemasaran yang dilakukan secara tradisional biasanya hanya akan mempromosikan apa yang mereka jual melalui media iklan dengan harapan audiens yang melihat iklan bisa langsung membeli.

Sayangnya model pemasaran ini sudah tidak efektif lagi. Loh kok bisa?

Ya tentu saja, semakin sering masyarakat mendapatkan iklan yang sama maka semakin kebal juga mereka dengan yang namanya promosi. Sehingga saat masyarakat melihat ada iklan lewat baik online atau offline, iklan ya hanya iklan saja, alias hanya dianggap sebagai angin lalu. Tidak ada manfaatnya sama sekali. Kalau sudah begitu, rugilah kita yang sudah membuat content iklan.

Oleh sebab itulah tingakt klik dari sebuah iklan bisa dibilang rendah, CTR nya hanya 0.12% saja. Namun, kamu juga tidak harus selalu menganggap skeptis iklan. Para content marketing juga bisa dan biasa menggunakan iklan. Hanya saja bedanya iklan tidak langsung dipakai untuk promosi produk. Melaikan di distribusikan terlebih dahulu pada conten yang bermanfaat.

Masih bingung? Coba sekarang tanyakan pada diri kamu sendiri, kamu lebih tertarik pada iklan yang langsung mempromosikan produk atau iklan yang mempromosikan konten gratis namun sangat bermanfaat? Ya tentu saja konten gratis bermanfaat bukan?

Sehingga sudah tidak heran lagi kalau content marketing lebih superior bila dibandingkan dengan tradisional marketing. Hemm, tapi kalau yang dipromosikan oleh sebuah konten, terus jualannya gimana dong?

Kalau kita review kembali apa tujuan dari content marketing adalah menarik audiens baru agar bisa mendorongnya menjadi customer dan menkonversi menjadi pembelian, benar kan? Sehingga sudah sangat jelas bahwa dengan conten kita bisa lebih mudah menarik perhatian audiens baru bila dibandingkan pemasaran secara tradisional.

Bahkan tahukah kamu kalau website yang menggunakan content marketing bisa memperoleh konvernsi dan penjualannya sampai 6x lipat lebih tinggi dibandingkan yang tidak memiliki content sama sekali. Loh kok bisa?

Tentu saja bisa, karena saat kita melakukan promosi sebenarnya tidak semua masyarakat yang tau tentang kredibilitas produk, benar kan? Ini karena yang ditunjukan hanyalah apa yang kamu jual. Oleh sebab itulah konversi penjualan malah akan lebih kecil. Sementara kamu kita mempunya conten yang memiliki nilai maka masyarakat bisa tahu kalau bisnis kita benar-benar bisa dipercaya. Konversi penjualan pun akan semakin meningkat.

Content marketing memang kerap dianggap remeh apalagi oleh mereka yang belum begitu memahami peluang content marketing dan manfaatnya. Content hanya dianggap sebagai content, padahal kalau content tersebut bermanfaat tentunya bisa jadi peluru tepat sasaran pada customer. Nah, lantas bagaimana sih membuat content marketing yang efektif?

Membuat Content Marketing yang Efektif

Saat membuat sebuah content marketing, tentu kita tidak bisa asal buat saja dong. Bagaimana pun juga content harus bisa menyasar market yang tepat sehingga sangat perlu dipertimbangkan komposisi dan pertimbangan konsep nya. Lantas, mulai dari mana sih agar bisa membuat content yang efektif?

Riset

Riset, riset, riset! Yap, hal paling awal yang perlu kamu lakukan ya tentu saja riset. Apa sih yang harus di riset? Ya, bisnis kamu sendiri termasuk siapa kompetitornya, khususnya di dunia digital karena tujuan content marketing mu untuk menyasar market digital, benar kan?

Sebenarnya sekarang ini untuk melakukan riset, kamu sudah tidak perlu merasa kesulitan lagi. Ada banyak tools yang bisa digunakan. Seperti MozBar, Ahref, dan banyak lagi. Kalau belum bisa mengaplikasikannya cobalah meminta bantuan digital marketing yang memang sudah ahli dibidangnya agar riset yang kamu lakukan tepat.

Baca Juga : Strategi Digital Marketing

Setelah riset, kamu akan menemukan sejumlah data yang berkaitan dengan kondisi marketing produk kamu. Baik di google atau media social.

ATM Content Marketing Kompetitor

Kamu Sudah menemukan competitor bisnis mu? Bagaimana cara marketing mereka di dunia digital? Apakah sudah kamu amati? Untuk Langkah selanjutnya sebelum kamu membuat content yang orisinil, kamu bisa melakukan ATM alias Amati, Tiru, Modifikasi content milik competitor.

Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan bagaimana konsep content marketing yang paling cocok untuk produk mu. Apakah menggunakan content infografis, foto atau video? Yuk, coba ATM dulu.

ATM Content Marketing dari Viral Content

Kamu pasti sudah terbiasa dengan content-conten viral, iya nggak? Misal, beberapa waktu lalu ada seorang anak SMP yang membuat video “culametan”, alih-alih iseng ia malah jadi viral dan akhirnya membuat single lagu berjudul “culametan”.

Atau ada juga sebuah lagu dengan lirik “entah apa yang merasukimu”, kemudian viral. Content-conten tersebutlah yang sebenarnya bisa dimanfaakan oleh para pembisnis untuk dijadikan content marketing yang creative dengan melakukan ATM.

“Duh, tapi saya bingung nih gimana harus mulai melakukan ATM nya”, lagi-lagi kalua kamu memang tidak terlalu bisa mengkonsep sangat disarankan kamu bisa mencari orang yang ahli dalam bidang ini. Banyak kok content creator muda yang mau belajar dan senang berpikir kreatif.

Oiya, untuk mencari content viral melalui google, kamu bisa memanfaatkan google trend sementara kalau melalui twitter dan youtube kamu bisa lihat menu trending hari ini. Sebenarnya sih sudah mudah, hanya tinggal kamu nya saja mau belajar dan mau mencari atau tidak.

Mempelajari Copywriting

Penulis sendiri sih memahami copywriting sebagai ilmu social sehingga bisa berubah. Jadi, kalau ada seseorang yang membuat pola copywriting maka itu bisa berubah seiring berjalannya waktu dan semakin pintarnya konsumen.

Loh kok begitu? Ya misalnya saja begini, ada salah satu Teknik copywriting hipnoselling, saat awal konsep tersebut ada mungkin banyak audience yang merasa tertarik. Namun lama kelamaan bila audience sering mendapat konten serupa, ia pun akan berpikir mengenai pola nya dan mulai mengetahui maksud dari tulisan tersebut.

Sehingga ada baiknya sih kamu mempelajari copywriting agar kamu bisa semakin mengembangkan konsepnya. Tidak hanya mendengar dan mengikuti arahan dari mentor saja.

Mengetahui Media Content Marketingnya

Maksudnya adalah kamu harus tahu mau menaruh content marketing tersebut dimana? Di Instagram? Youtube? Website? Twitter? Whatsapp? Karena setiap media memiliki karakternya masing-masing.

Misalnya saja, instagaram yang identic dengan gambar dan video berdurasi 1 menit ditambah instanstory 15 detik. Artinya kalau ingin membuat content marketing melalui Instagram, kamu harus memperhatikan hal-hal tersebut.

Atau melalui youtube yang memang sudah jelas-jelas untuk memarketingkan sebuah video. Bila kamu bisa membuat konsep youtube yang menarik kenapa tidak coba saja membuat content marketing di youtube.

Karakteristik tiap media harus kamu pahami, sehingga kamu pun bisa dengan mudah menentukan media mana sih sebenarnya yang cocok untuk kamu. Misal, kalau produk kamu soal kecantikan, kamu bisa kok membuat content video tutorial 1 menit melalui Instagram kemudian diarahkan melalui link bio Instagram ke youtube. Sehingga funelling dari website kamu akan jelas. Bagaimana sampai sini sudah cukup paham kan?

Optimasi Content Marketing

Kalau sudah membuat konten, langkah selanjutnya ya di optimasi. Kalau tidak dioptimasi siapa yang mau lihat content kamu? Kalau di Instagram ada beberapa cara optimasi. Pertama, kamu bisa coba menggunakan hastag yang relevan dengan content atau bisnis kamu. Kedua bisa coba dengan menggunakan iklan berbayar.

Tidak mahal kok, iklannya mulai dari 10 ribu rupiah per hari juga bisa. Asal kamu bisa melakukan setting iklannya saja sehingga content dapat tepat sasaran.

Baca Juga : Sosial Media Marketing

Itulah pembahasan mengenai apa itu Content Marketing. Bagaimana, tertarik untuk coba membuat content marketing sendiri? Yuk coba aja dulu. Tidak perlu bagus dulu yang penting kamu sudah berniat coba karena seiring berjalannya waktu kamu pasti menemukan pola content yang tepat untuk bisnis kamu. Tapi tentunya bila kamu membutuhkan content marketing yang bisa tepat sasaran dengan cepat, ada baiknya sih kamu menghire orang yang ahli dibidangnya

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.