UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Teknologi digital membangun kesempatan besar bagi siapa saja untuk berinovasi dan menerapkan suatu terobosan baru. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga berpengaruh pada Perguruan Tinggi di Indonesia, contoh konkret seperti UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university.

Definisi dari Cyber University

Banyak pekerjaan atau hasil karya di bidang keahlian digital semakin meningkat pesat setiap tahunnya. Kenyataan tersebut mendorong sistem pendidikan di Indonesia untuk bergerak maju dari sifatnya yang tradisional hingga mampu memanfaatkan kemudahan teknologi masa kini.

Khususnya pada ruang lingkup Perguruan Tinggi sudah memulai pendekatan tradisional menuju digital. Perubahan tersebut dimulai dari sistem manajemen, basis data mahasiswa, proses akademik, laporan keuangan universitas, e-library, penilaian online, laporan tugas mahasiswa dan masih banyak lagi.

UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university memberikan layanan kuliah formal melalui media daring. Dapat diakses tidak hanya mahasiswa saja dan semua orang. Terlepas apakah terdapat keterbatasan mengenai lokasi geografis, fleksibilitas dan sebagainya.

Universitas cyber dapat menjadi salah satu fasilitas canggih diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Ada sisi positif apabila mampu mengubah perguruan tinggi di Indonesia menjadi universitas berskala internasional dan mendorong daya saing generasi muda Indonesia.

Apa yang Diberikan oleh Cyber University?

“Cyber Campus” melakukan upaya dalam menjadikan suatu universitas berbasis teknologi informasi. Usaha tersebut dilakukan pada setiap aspek, mulai dari sistem belajar mengajar, pelayanan, fasilitas, kurikulum, sarana untuk mahasiswa, dosen dan prasarana lainnya.

Ini dapat dijumpai juga dalam pembuatan website untuk kepentingan Universitas Tanjungpura. Disebut juga Sistem Informasi Akademik. Adanya web tersebut memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengisi KRS secara daring dimana saja selama terkoneksi internet bila dalam kondisi sedang berada di kampung halaman.

Baca Juga : Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Selain mengisi KRS (Kartu Rencana Studi), mahasiswa juga dapat melihat KHS (Kartu Hasil Studi) yang dapat ditampilkan pada halaman website. Andaikata ingin melakukan cek persentase kehadiran, dapat dilakukan dengan memanfaat menu absensi pada sistem akademik online tersebut.

Hal yang paling penting dan perlu disediakan ketika UNTAN membangun rkosistem digital menuju Cyber University adalah memberlakukan e-learning dalam proses belajar mengajar, sehingga berbagai materi pembelajaran dapat diakses oleh mahasiswa.

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University di Saat yang Tepat

Hal menarik ketika UNTAN membangun ekosistem digital menuju Cyber University adalah langkah yang tepat, mengingat pada kondisi sekarang ini dibutuhkan sistem belajar online. Dengan didukung koneksi internet maka “perkuliahan daring” dapat berlangsung dengan baik.

Semua fasilitas untuk perkuliahan online juga telah disediakan dengan baik, termasuk dengan adanya e-journal, e-library dan sebagainya. Namun perlu juga bagi UNTAN untuk meningkatkan keamanan pada sistem akademik, sistem e-learning agar terjaga dari serangan penjahat dunia maya.

Dalam hal prestasi Universitas Tanjungpura sudah dikenal menghasilkan bibit generasi masa depan yang terbukti mendongkrak nama kampus dalam berbagai kompetisi perlombaan. Mampu menghasilkan temuan baru lebih inovatif dan kreatif.

Sejarah Berdirinya Universitas Tanjungpura

Awal mula berdirinya, perguruan tinggi di Kalimantan Barat ini yaitu Universitas Daya Nasional. Beberapa orang penting di sana memiliki peran dalam membangun kampus negeri tersebut. Pada masa itu, hanya memiliki dua fakultas saja yakni bisang Hukum dan juga Tata Niaga.

Universitas ini awalnya berstatus milik swasta lalu beralih menjadi milik negeri menjadi Universitas Negeri Pontianak pada tahun 1963. Perubahan tersebut membawa lagi 2 fakultas baru, seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Muncul Fakultas Ekonomi yang sebelumnya Fakultas Tata Niaga.

Dari tahun ke tahun, ternyata Universitas Negeri Pontianak terus berkembang serta mengalami kemajuan signifikan. Sehingga pada september tanggal 14 tahun 1965, namanya berubah lagi menjadi Universitas Dwikora. Fakultas baru kembali bertambah 2 lagi akni Fakultas Ilmu Soial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Baru pada tanggal 15 Agustus 1967 ada Surat nomor 171 tahun 1967 dari Keputusan Presiden RI. Sehingga, berganti nama menjadi Universitas Tanjungpura sampai saat ini tidak ada perubahan lagi. Letkol CKH Muhammad Isja. S.H. diangkat menjadi rektor pertama UNTAN.

Fakultas-fakultas di Universitas Tanjungpura

Setiap kampus baik milik swasta atau negeri memiliki namanya fakultas. Khusus untuk Universitas Tanjungpura terhitung ada 9 fakultas sampai saat ini. Seperti Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian, Teknik, Ilmu Sospol, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kehutanan, MIPA, Kedokteran dan Kesehatan.

Fakultas Hukum

Fakultas Hukum merupakan fakultas tertua yang sudah ada sejak tahun 1959, bahkan sebelum nama Universitas Tanjungpura diresmikan. Dekan pertama yang menjabat Fakultas Hukum pertama kali adalah Mr. A.S. Soripada periode menjabat dari tahun 1959 hingga 1962.

Pada tahun dimana nama Universitas Tanjungpura telah diresmikan, Bapak Muhammad Isja, SH. Selain menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum, juga menjabat sebagai rektor pertama UNTAN pada periode 1968 hingga 1970 menggantikan posisi Bapak Bisma Siregar, SH.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)

Sejarah berdirinya Fakultas Ekonomi UNTAN awalnya bernama Fakultas Tata Niaga. Pada tahun 1963, terjadi perubahan mengikuti pergantian nama Universitas Negeri Pontianak (UNEP). Sehingga fakultas tersebut menjadi Fakultas Ekonomi. Saat ini dekan yang menjabat adalah Dr. Barkah, S.E., M.Si.

Pada tahun 2016, Fakultas Ekonomi berganti menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. FEB Universitas Tanjungpura memiliki visi menjadi pusat informasi ilmiah di bidang ekonomi dan bisnis berbasis kearifan lokal dan berdaya saing global. Bertujuan menghasilkan ekonom profesional dan punya etos kerja tinggi.

Fakultas Pertanian

Fakultas Pertanian berdiri pada tanggal 20 Mei 1963, hal ini didasarkan atas Keputusan Menteri PTIP Nomor : 53 Tahun 1963. Dan sekaligus merubah nama Universitas Negeri Pontianak (UNEP) yang sebelumnya adalah Universitas Daya Nasional.

Ada 8 jurusan yang berada pada Fakultas Pertanian UNTAN seperti, Sosial Ekonomi Pertanian, Manajemen Sumber Daya Perairan, Agroteknologi, Budidaya Tanaman Perkebunan, Peternakan, Ilmu Tanah Manajemen Agribisnis dan Ilmu Teknologi Pangan,

Fakultas Teknik

Universitas Daya Nasional pada awalnya berstatus swasta, kemudian pada tanggal 20 Mei 1963 menjadi Universitas Negeri bernama UNEP (Universitas Negeri Pontianak). Dari perubahan ini ditandai pula dengan lahirnya Fakultas Eksakta antara lain Fakultas Teknik dan Pertanian.

Sejak awal berdiri hingga pada tahun 1982 pelaksanaan pendidikan pada Fakultas Teknik terdiri dari dua jurusan, antara lain Teknik Elektro serta Teknik Sipil. Namun, hanya menjangkau pada tingkat Sarjana Muda, namun S1 masih bersosialisasi dengan Institut Teknologi Bandung.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)

Bertepatan dengan tanggal 14 bulan sembilan tahun ‘65, Fakultas Ilmu Politik dan Sosial didirikan. Secara kronologis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik merupakan Fakultas kelima dalam lingkungan Universitas Tanjungpura setelah Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian dan Teknik.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNTAN pada awal berdiri, terdapat 2 jurusan yakni Jurusan Administrasi Negara dan Jurusan Sosiatri. Pada tahun 1983 kedua program studi tersebut mengalami perubahan nama. Selain itu, Fakultas ini juga memiliki jurusan baru Mata Kuliah Dasar Umum.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Awal mulanya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah sebuah institut swasta dimana mendapat pembiayaan oleh Pemerintah daerah. Namanya adalah IKIP Bandung untuk cabang Pontianak. Namun pada tahun 1967, Institut milik swasta Kota Bandung tersebut bergabung menjadi satu dengan UNTAN.

Maka terbentuklah sebuah fakultas. Kuota mahasiswa baru pada FKIP UNTAN merupakan yang terbanyak. Maka tidak heran bila memiliki program studi paling banyak di Universitas Tanjungpura. Dua di antaranya adalah Pendidikan Ilmu-Ilmu sosial serta Pendidikan Bahasa dan Seni.

Fakultas Kehutanan

Meski program studinya tidak sebanyak dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jurusan kehutanan sudah menelurkan alumni berprestasi di bidangnya. Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura yang menjabat saat ini adalah Dr. Ir. Gusti Hardianyah, M.Sc.

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjung Pura memiliki hutan arboretum dapat dijadikan objek penelitian bagi para mahasiswa khususnya jurusan kehutanan. Di dalamnya terdapat berbagai macam tanam-tanaman, keanekaragaman hayati dan menjadi miniatur hutan tropis Kalimantan Barat.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura diprakarsai oleh Rektor UNTAN Prof. Dr. H. Hadari Nawawi pada masa jabatan periode 1982-1991. Diawali dengan dibentuknya BP. MIPA UNTAN tahun 1992.

Tujuh tahun berikutnya berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Tanjungpura, tepatnya awal bulan April 1999 diadakan penggantian pengurus BPMIPA bersamaan dengan mengganti nama Badan BPMIPA menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sampai sekarang.

Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK UNTAN)

Sebelum berubah nama menjadi Fakultas Kedokteran UNTAN, disebut Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan atau disingkat FKIK. Pemrakarsa berdirinya fakultas ini adalah rektor Prof. Hj Asniar Ismail, SE, MM pada masa jabatan tahun 2003 hingga 2007.

Lalu pada periode berikutnya digantikan oleh bapak Prof. Dr. H. Chairil Effendy, MS. Pada tahun 2003 timbul gagasan dalam mengadakan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), dengan melibatkan pihak yang berkepentingan dari Universitas Tanjungpura, Pemerintah dan DPRD Provinsi dan sebagainya.

Program Magister UNTAN

Tidak hanya jenjang D3 dan Strata-1 saja, UNTAN juga memiliki program magister atau pasca-sarjana. Memiliki visi lulus yang unggul pada tingkat regional, nasional, dan internasional dengan kompetensi dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap berasas Pancasila.

Adapun misi dari program pascasarjana UNTAN antara lain, memberlakukan dan memajukan pendidikan serta pengajaran dalam mengembangkan kreatifitas, kapasitas, kepribadian, kebutuhan mahasiswa. Selain itu kemandirian juga diperlukan guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global.

Tidak berhenti sampai di situ, Misi berikutnya adalah merealisasikan dan meningkatkan aktivitas pengabdian pada masyarakat dalam upaya menjalankan, membudayakan Iptek demi memajukan kesejahteraan umum dan kehidupan bangsa.

Program magister UNTAN memiliki tujuan menghasilkan tenaga akademik berkompetensi lebih maju dan unggul. Mampu menghasilkan karya Iptek yang bermakna dan bermanfaat. Kemudian memberi layanan professional di bidang pendidikan dan non-kependidikan terhadap masyarakat.

Berbagai Prestasi yang Ditorehkan Mahasiswa UNTAN

UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university sudah lama berdiri dan tentunya sudah meluluskan banyak sekali mahasiswa. Ada yang berprestasi setelah lulus. Ada juga yang memberikan sumbangsih prestasi membanggakan bahkan sebelum mereka lulus.

Hand Sanitizer Hasil Racikan Dosen dan Mahasiswa MIPA UNTAN

Di tengah kelangkaan hand sanitizer di pasaran akibat virus corona (COVID-19). Cairan antiseptik berlabel “Sabrina” diracik oleh Bu Warsidah, Dosen FMIPA Universitas Tanjungpura dibantu oleh beberapa mahasiswa jurusan Kimia.

Antiseptik tersebut memiliki 2 jenis wujud produk berupa cair dan gel. Bahan bakunya antara lain Carboxymethyl cellulose (CMC), alkohol, gliserol Hidrogen Peroksida, aquades dan minyak telon. Jenis wangi yang tersedia adalah aroma cengkeh, melon, pala dan serai wangi.

Peringkat ke-2 dalam Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2018

UNTAN menjadi peringkat ke-2 dalam pemberian Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2018. Setelah peringkat pertama pada kategori Perguruan Tinggi Negeri jatuh pada Institut Pertanian Bogor. Namun Universitas Tanjungpura berhasil unggul dari Universitas Gadjah Mada di peringkat tiga.

Meski terlihat berbeda dari penghargaan di tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan sistem peringkat. Pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik tahun 2018 dilakukan penilaian keterbukaan informasi Badan Publik berpatokan pada kualifikasi rentang nilai keterbukaan informasi umum.

Penghargaan Terbaik ke-3 dari Kementrian PPN/Bappenas

Universitas Tanjungpura meraih penghargaan terbaik ke-3 nasional dari Kementerian PPN/Bappenas, karena Perguruan Tinggi tersebut dinilai mampu mengevaluasi kinerja pemerintah. Hal tersebut berdasarkan data dari Tim evaluasi kinerja pemerintah daerah (EKPD) dimana UNTAN masuk tiga besar.

Indikator penilaian dari pihak Bappenas dikumpulkan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengenai kelengkapan data, pendalaman analisis dan pencapaian target. Dari 34 kampus, Universitas Tanjungpura mampu berada di peringkat ketiga merupakan suatu pencapaian membanggakan.

Memprakarsai Temuan Biomassa Karbon Meter

Kinerja para mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN membuat temuan alat yang disebut “UNTAN Biomassa Karbon Meter (UBKM)”, sebagai alat ukur dalam menghitung serapan karbon pada pohon dalam menurunkan efek rumah kaca.

Alat ukur tersebut mudah digunakan. Metodenya adalah dengan melingkarkan pada pohon. Lalu dapat diketahui biomassa karbon setelah dihitung dengan rumus allometrik dengan 70% tingkat ketelitian. Dibuat melalui kerja sama Fakultas Kehutanan UNTAN dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Mahasiswa FMIPA UNTAN Raih Medali Perak Olimpiade Nasional

Kembali lagi mahasiswa FMIPA membuat bangga Universitas Tanjungpura lewat Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi di Jakarta yang digelar selama 4 hari, UNTAN menjadi satu-satunya kampus di luar jawa yang berhasil mendapatkan medali.

Agar dapat mengikuti olimpiade tersebut, mahasiswa FMIP UNTAN sudah lebih dahulu melewati dua tahapan, yaitu tahap Univeritas dan kedua adalah tahap regional Kalimantan, baru setelah itu dapat langsung mengikuti tahap nasional mewakili kampusnya.

Mahasiswa UNTAN Meraih Peringkat 3 saat Gemastik 8 UGM

Kali ini prestasi membanggakan datang melalui dua mahasiswa UNTAN dari Jurusan Sistem Komputer dan Jurusan Pendidikan Kimia FKIP. Dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) mereka meraih peringkat ketiga dalam kategori Network Security.

Kegiatan tersebut menjadi ajang dalam menyalurkan bakat mahasiswa khususnya pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada tingkat nasional. Mahasiswa sebagai faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Mahasiswa UNTAN Menjadi Juara Tiga Nasional Kompetisi Web Programming

UNTAN kembali berprestasi di kancah nasional melalui hasil kerja keras dua mahasiswa jurusan Teknik Informatika Angga Kurnia Putra dan Agustino Halim. Hadir dengan nama tim GROUCODE mewakili Universitas Tanjungpura, mereka berhasil meraih Juara tiga dalam kategori web programming.

Juara tiga tersebut diperoleh melalui ajang National FIT Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah. Mahasiswa diwajibkan membuat proposal aplikasi dan merealisasikannya dalam bentuk aplikasi web yang dikerjakan selama 12 jam.

Mahasiswa UNTAN Juara 3 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah

Setelah sukses dengan temuan biomassa karbon meter, mahasiswa fakultas kehutanan kembali mengharumkan nama Universitas Tanjungpura melalui torehan juara ketiga. Lomba karya tulis ilmiah tersebut diadakan di Universitas Airlangga Surabaya dalam rangka Dies Natalis Airlangga yang ke-61.

Karya mahasiswa jurusan kehutanan tersebut menggunakan judul “Pontianak River Taxi Terintegrasi dengan Aplikasi Smartphone, Smart Solution Mengantisipasi Kemacetan Darat Menuju Era Pontianak Waterfront City”.

Mahasiswa Teknik UNTAN Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional IEIC 2019

Tim Mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura berhasil meraih juara pertama kompetisi Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (KTIN), yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar. Berlangsung tanggal 9 – 11 Oktober 2019.

Topik yang disajikan oleh tim dalam kompetisi bertajuk Indonesia Energy Innovation Challange (IEIC) 2019 tersebut, terinspirasi dari tidak tersedianya pengelolaan limbah laboratorium yang masuk dalam kelompok limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Mahasiswi Fakultas Pertanian Menjadi Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2018

Namanya adalah Reno Pati, mahasiswi Faperta Universitas Tanjungpura berhasil memenangkan kategori usaha sosial melalui usaha Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), Rumah Kompos Pendidikan UNTAN. Statusnya sebagai pemenang berhak mendapatkan uang senilai 100 juta rupiah.

Kompetisi ini dilangsungkan dalam rangka Hari Ulang Tahun Universitas Tanjungpura ke 59 yakni event bertajuk Expo UNTAN Innovation dan Enterpreneurship. Rumah UPPO dianggap sesuatu yang menonjol, sehingga berhak untuk direkomendasikan supaya mengikuti seleksi Wirausaha Muda Mandiri 2018.

Layanan-Layanan Siber Universitas Tanjungpura

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang menerapkan cyber campus, maka tidak diragukan lagi bahwa UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university mencakup banyak hal. Khususnya untuk aktivitas perkuliahan seperti perpustakaan online, pengumuman jadwal dan lain sebagainya.

Beragam Layanan Siber University untuk Kepentingan Umum

Berdasarkan kelompok penggunanya, tentu sebuah sistem online mayoritas dimanfaatkan oleh individu dan kelompok di sekitar lingkungan kampus. Baik itu mahasiswa, dosen, staff serta masyarakat umum. Banyak kemudahan dan keringanan dalam menggunakan fitur-fitur tersedia pada sistem online tersebut.

Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Khusus Mahasiswa

Kampus UNTAN memiliki sistem informasi akademik. Hal ini berkaitan dengan mahasiswa apabila ingin melakukan pengisian Kartu Rencana Studi berdasarkan login account masing-masing mereka. Memudahkan dalam registrasi atau pembaruan data. Serta informasi pembayaran biaya kuliah lebih rinci.

SIAKAD memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan laporan hasil semester, tertera Indeks prestasi yang diraihnya. Dapat melihat persentase absensi, jadwal dan modul mata kuliah, serta hal-hal lainnya menyangkut dengan aktivitas perkuliahan.

Sistem E-Learning Khusus Mahasiswa UNTAN

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Dalam rangka menuju cyber university, UNTAN menyediakan portal e-learning atau media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi untuk kegiatan perkuliahan. Dengan melakukan login pada kolom input NIM dan kata sandi, mahasiswa dapat mengikuti informasi berikutnya.

Sistem lalu akan memeriksa data email serta mata kuliah yang diambil sesuai dengan akun login tadi. Dengan mengaktifkan mata kuliah, dosen akan menentukan pembelajaran yang akan diaktifkan pada sistem e-learning UNTAN. Mahasiswa langsung dapat mengikuti perkuliahan online.

Portal Jurnal Ilmiah Khusus Mahasiswa UNTAN

Fungsi dari portal jurnal berbasis web daring ini menyediakan akses pada banyaknya jurnal ilmiah yang pernah dibuat oleh mahasiswa atau alumni Universitas Tanjungpura. Fitur login pengguna juga disediakan apabila mahasiswa ingin melakukan unggah dokumen jurnal miliknya.

Daftar jurnal yang tersedia pada portal tersebut berisi berbagai berkasi penelitian mahasiswa dan alumni mengenai tugas dulu pernah diembannya. Tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pencarian topik jurnal berdasarkan jurusan, judul, pengarang dan sebagainya juga disediakan.

Repository Digital atau E-library Khusus Mahasiswa UNTAN

Mahasiswa juga turut mengakses repository online yang disediakan oleh Universitas Tanjungpura. Segala jenis buku dapat dibaca oleh mereka dimanapun dan kapanpun selama tersedianya jaringan internet. Digital library juga dapat mengetahu rekam jejak aktivitas pengunjung perpustakaan.

Banyak manfaat dalam membaca buku yang tersedia pada perpustakaan tersebut, dimana proses pencarian buku yang diinginkan dapat ditemukan dengan mudah melalui kategori tertentu. Bahkan, mampu menampilkan berbagai jenis e-book berdasarkan input kata kunci dan pilihan lainnya.

SCMB (Seleksi Calon Mahasiswa Baru) Khusus Mahasiswa UNTAN

Website SCMB tidak hanya terbatas digunakan untuk mahasiswa baru saja, melainkan dapat digunakan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan program pascasarjana. Jika sudah menjadi mahasiswa terdaftar, tentu tidak perlu ribet dalam melakukan proses registrasi karena sudah memiliki kelengkapan data.

Melalui fitur yang ada pada website tersebut, maka dapat diketahui program magister apa yang sedang dibuka. Lalu melakukan pendaftaran pada halaman yang sudah disediakan. Namun, bila sudah pernah mendaftar sebelumnya mahasiswa tersebut cukup melakukan input email dan password saja.

Berbagai Layanan Siber Khusus Dosen

Lingkungan kampus UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University juga memiliki sistem online untuk kebutuhan dosen. Ada fitur yang sama-sama dapat diakses mahasiswa dan dosen. Tersedia juga beberapa fitur khusus terbatas untuk pengajar saja berdasarkan input NIK dosen serta kata sandi yang sesuai.

Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Khusus Dosen UNTAN

Berdasarkan input NIK dan kata sandi maka sistem akan melakukan proses mengarahkan halaman khusus diperuntukkan bagi dosen. Bisa jadi halaman yang dapat diakses pengajar tidak dapat diakses mahasiswa. Hal ini karena peran keduanya jelas berbeda.

Melalui SIAKAD dosen bisa tahu mengenai jadwalnya mengajar dan dapat memantau lebih jauh mengenai mahasiswa. Mampu melakukan absensi mahasiswa atau mengubahnya kembali untuk suatu kondisi tertentu. Dengan begitu, pengajar dapat melakukan input nilai pada tiap mahasiswa yang diajarkannya.

Sistem E-Learning Khusus Dosen UNTAN

Peran mahasiswa dengan dosen dalam mengakses berbagai modul e-learning tampak berbeda. Namun hadirnya sistem daring tersebut membantu keduanya berinteraksi. Dosen lebih mudah melakukan pembaharuan bahan-bahan belajar yang sudah menjadi tanggungjawab pengajar.

Dosen juga mampu memantau kegiatan belajar mahasiswa melalui informasi kapan anak didiknya belajar, topik yang dipelajari, berapa lama bahasan tersebut dipelajari, serta berapa kali mereka mengulangnya. Selain itu, pengajar dapat memeriksa jawaban dan memberitahukannya secara online.

Portal Jurnal Ilmiah Khusus Dosen UNTAN

Kenaikan jabatan akademik dosen dan jenjangnya diwajibkan untuk melakukan publikasi pada jurnal internasional bereputasi di bidangnya dan jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Merujuk pada Peraturan Nomor 92 Tahun 2014 dari menteri Pendidikan dan Kebudayaan,

Tanpa terkecuali untuk dosen UNTAN yang telah melakukan sumbangsih dalam mengunggah jurnal penelitian online, sehingga dapat dijadikan sumber rujukan bagi Mahasiswa. Fakta hasil kajian tersebut sangat penting untuk diakses dan dijadikan bahan utama dalam pengambilan keputusan

E-Library khusus dosen UNTAN

Sebenarnya baik dosen maupun mahasiswa dapat dengan bebas mengakses perpustakaan digital milik kampus Universitas Tanjungpura. Karena tujuannya sama-sama untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi siapa saja. Namun, kembali lagi fitur yang diberikan tentu berbeda.

Dosen biasanya dengan gelar akademik yang tinggi tentu punya kapasitas dalam menulis buku hasil penelitian. Selanjutnya dilakukan unggah pada sistem pustaka online Universitas Tanjungpura. Kelak dengan adanya peran pengajar tersebut, bukan tidak mungkin akan dibutuhkan banyak mahasiswa.

Layanan UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University Kepentingan Umum

Karena jenis sistemnya bersifat daring tentu tidak hanya dosen dan mahasiswa saja yang dapat mengakses situs UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University tersebut. Pada kenyataannya, memang ada berbagai modul disediakan untuk kepentingan umum meskipun masih dalam ruang lingkup kampus Universitas Tanjungpura.

Portal Berita Online Kampus UNTAN

Tanpa harus melakukan login untuk informasi tersebut sudah dapat dilihat pada halaman utama situs UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Banyak sekali berita seputar aktivitas akademik dan sejarah berdirinya kampus UNTAN. Tidak terbatas pengunjung dapat mengakses semua kabar online tersebut dengan berbagai judul disertai gambar.

Berita yang disajikan dapat berupa pencapaian yang sudah berhasil didapatkan oleh Universitas Tanjungpura. Prestasi mahasiswa, pengumuman, agenda kampus dan ulasan dari alumni turut menjadi pemberitaan. Agar pengunjung tidak hanya sekedar nama, tetapi juga ada nilai lebih di baliknya.

Website Seleksi Calon Mahasiswa Baru (SCMB) untuk Kepentingan Umum

Ada kalanya, pengunjung dari luar kampus Universitas Tanjungpura ingin mengetahui jadwal penerimaan mahasiswa baru. Maka dari itu, disediakan website khusus untuk calon mahasiswa baru agar memperoleh informasi lebih jelas dan dapat mengikuti persyaratan tertera di halaman web SCMB UNTAN.

Selain itu, ada juga pengunjung yang sekedar menginginkan informasi berupa seleksi SBMPTN, SNMPTN, pilihan mandiri dan pengumuman hasil seleksi. Sehingga visitor tidak perlu bingung mencari letak dimana informasi tersebut berada.

Situs E-Library Universitas Tanjungpura

Manfaat membaca memang dapat dirasakan oleh siapa saja. Bahkan pengguna umum di luar lingkungan kampus UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University memiliki akses untuk melihat berbagai informasi buku. Pada website perpustakaan dari tersebut pengunjung disuguhi oleh berbagai informasi terkait dengan tema sesuai.

Dijelaskan juga tata cara menggunakan layanan tersebut baik mahasiswa, dosen atau pengunjung dari luar kampus. Biasanya disediakan form registrasi online apabila ingin mendapat fasilitas lebih, mulai dari membaca buku online, meminjam dan lain sebagainya.

E-Journal Universitas Tanjungpura

Pengunjung secara umum dapat mengakses situs jurnal daring hasil penelitian dosen atau mahasiswa UNTAN. Jumlah yang begitu banyak tersebut tersusun secara rapi. Tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia, mengisyaratkan bahwa berkas tersebut ditujukan untuk pengunjung lokal dan internasional.

Beragam fasilitas disedikan pada e-journal tersebut mulai dari page view untuk melihat isi jurnal, search untuk kolom pencarian berdasarkan lingkup tertentu, register untuk membuat akun dan current issue mengenai bahasan terkini dari topik penelitian yang dikerjakan.

Sistem Siber Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UNTAN

Pada halaman website UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University terdapat sebuah unit pendukung dalam lingkungan Universitas Tanjungpura. Pengunjung dapat memahami bahwa pelayanan bersifat memandu pelatihan bahasa asing bagi kalangan di sekitar kampus UNTAN dan masyarakat umum di daerah Kalimantan Barat.

Bahasa yang diajarkan pada proses pelatihan berupa bahasa Korea, Jerman, Jepang dan Arab. Namun dalam pengembangan saat ini ada penambahan fitur American Corner, BCLC, Kedai Perancis dan BIPA. Pada sidebar menu juga disediakan berbagai informasi terkini seputar tes atau pelatihan bahasa.

Sistem Pengawasan Cyber Universitas Tanjungpura

Sistem pengawasan internal ini menyediakan fitur untuk pelaporan, pengaduan dan gratifikasi. Fasilitas ini memberikan pengunjung sebuah form untuk diisi apabila ada dugaan terjadinya kepentingan lain yang dilakukan oleh pihak internal kampus melakukan tindakan melanggar hukum.

Seperti kondisi di mana Pejabat atau Pegawai memperoleh kewenangan dengan atau diduga memiliki kepentingan pribadi/golongan tertentu. Sehingga, hal ini berakibat pada kualitas dan kinerja yang tidak diharapkan ke depannya.

Sistem Penerjemah Online Universitas Tanjungpura

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University juga menyediakan sebuah media penerjemah bahasa secara online. Bedanya dengan Google Translate adalah fitur pemilihan bahasa yang akan diterjemahkan. Universitas Tanjungpura, Pontianak menyediakan penerjemahan dari Bahasa Indonesia ke Melayu Pontianak dan sebaliknya.

Selain itu penerjemahan daring juga mencakup dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Batak Toba, Padang, Dayak Pesaguan, Sunda, Bugis Wajo, Jawa Ngoko, Melayu Sambas, Jawa Kromo dan Dayak Taman. Sungguh terlihat begitu kental nuansa Nusantaranya.

Survey Kepuasan Masyarakat terkait Sistem Cyber UNTAN

Jelas diketahui bahwa survei memiliki peranan penting dalam menjaring pendapat pengunjung situs, untuk mengoreksi dan memperbaiki apa yang belum berjalan dengan benar. Masukan tersebut menjadi tolak ukur dalam meningkatkan kinerja sistem online, agar lebih maksimal dan detail ke depannya.

Begitu juga dengan Universitas Tanjungpura masih menyadari adanya kekurangan dalam penerapan sistem siber. Oleh karena disediakan sebuah halaman khusus untuk melakukan survei pengunjung siapa saja untuk memberikan masukan, saran dan perbaikan, agar kekurangan tersebut dapat diminimalisir.

Sistem Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) UNTAN

Tidak hanya mengoreksi sistem daring dari Universitas Tanjungpura, namun disediakan juga layanan dalam menerima feedback mahasiswa terkait kinerja dosen. Halam situs dapat diakses oleh siapa saja, namun untuk memberikan evaluasi khusus menggunakan akun login anak didik yang bersangkutan.

Dengan memberikan feedback melalui form EDOM berarti mahasiswa ikut berpartisipasi dalam membantu meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu, juga memberi masukan bagi dosen untuk memperbaiki kinerja bila masih ditemukan kekurangan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNTAN

Pada halaman tersebut dapat dilihat banyak informasi terkait LPPM UNTAN, merupakan bagian dari Struktur Organisasi dan Tata Kelola Universitas Tanjungpura yang dibentuk pada tahun 2016. Pengunjung dapat melihat peran Lembaga tersebut dalam mengabdi terhadap masyarakat.

Dapat diketahui juga bahwa LPPM memiliki fungsi melaksanakan penelitian ilmiah murni, berteknologi, dan berseni. Kelak hasil penelitian tersebut menjadi berguna bagi masyarakat lingkungan sekitar dan bagi banyak masyarakat lain di luar Kalimantan Barat.

Peran Staf dalam Mendukung UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Keberadaan dosen dan staf memberikan pengaruh besar dalam mencapai tujuan perguruan tinggi, tanpa terkecuali untuk UNTAN. Staf biasa bekerja dari balik layar, namun peran mereka begitu penting dalam kelangsungan aktivitas perkuliahan yang menerapkan sistem online.

Dengan adanya staf tersebut tentu akan menjaga keberlangsungan suatu sistem perguruan tinggi. Dimana mereka adalah orang-orang ahli pada bidangnya. Sebagai contoh, dalam menangani masalah jaringan internet di kampus, tentu ada yang disebut IT Support, tugasnya menangani hal seperti ini.

Lalu ada lagi staf administrasi, dimana tugasnya membantu kegiatan yang berhubungan dengan pendaftaran mahasiswa baru, pemrograman mata kuliah, pencetakkan absensi kuliah mahasiswa, pembagian Kartu Hasil Studi, dan pengecekkan nilai hasil ujian.

Dalam hal ini, juga melibatkan staf marketing tugasnya dalam memperkenalkan suatu sistem akademik berbasis web tersebut. Semakin lihai dalam mempromosikan, maka mampu menarik minat kerja sama dengan pihak lain dan mendatangkan mahasiswa baru yang ingin sukses dalam perkuliahannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Faktor Sumber Daya Manusia sangat penting dalam memahami jalannya UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university. Namun, perlu digaris-bawahi di sini adalah ketika menerapkan suatu sistem digital masih ada hal-hal lain untuk diperhatikan. Seperti:

Memberikan Pelatihan di Lingkungan Kampus

Sungguh tidak mudah ketika harus beralih dari kebiasaan menggunakan cara tradisional menuju sistem digital. Maka dari itu perlu adanya pengajaran, pelatihan secara bertahap. Manusia dapat lebih berhati-hati tetapi juga bisa ceroboh, hingga pada akhirnya melakukan kesalahan pada sistem yang ditangani.

Sering ditemui kasus di Lingkungan sekitar kampus terkait salah input absensi, nilai dan data lainnya. Maka dari itu dengan pelatihan dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi, agar penggunanya memperhatikan dengan benar prosedur dalam menggunakan suatu sistem.

Mengutamakan Aset Digital yang dimiliki Kampus UNTAN

Ketika berhubungan dengan dunia siber maka tidak dipungkiri ada oknum melakukan kejahatan. Penjahat dunia maya berusaha mencari celah keamanan agar dapat menembus sistem daring tersebut. Apakah melalui firewall, router, hingga perangkat teknologi lain yang digunakan suatu perusahaan.

Jika pengguna tersebut berhasil menembus inti sistem, maka peretas akan bisa mengakses jaringan, mengubah alur koneksi ke jaringan lain, dan akhirnya mencuri informasi internal kampus. Usahakan aset perangkat yang dimiliki telah diatur dengan baik, diperbarui secara berkala dan enkripsi yang bagus.

Back-Up Data Secara Berkala

Tidak ada yang bisa dengan jelas memperkirakan kapan terjadinya kegagalan sistem. Saat moment itu tiba-tiba terjadi, maka perlu memiliki cadangan data. Back-up data memang tidak berhubungan langsung dengan sistem keamanan siber. Tetapi langkah ini akan sangat membantu dalam pemulihan data.

Cara terbaik adalah melakukan pencadangan data pada media penyimpanan online (cloud) atau menggunakan perangkat keras. Hal ini demi mencegah terjadinya kehilangan, kerusakan dan kesalahan lainnya. Ibarat melakukan pencegahan daripada mengobati kegagalan yang sudah terjadi pada sistem.

Terapkan Program Pendeteksi Ancaman

Masih dalam konteks mengamankan sistem cyber university dari virus komputer atau hacker. Maka hal yang perlu dilakukan adalah memasang suatu proteksi. Seperti program antivirus berlisensi karena mampu memberikan peringatan dan perlindungan mumpuni bila ditemukan potensi bahaya.

Pada tingkat perguruan tinggi, sebaiknya menggunakan program antivirus yang memiliki kapasitas lebih dalam mendeteksi dan mengatasi adanya ancaman virus atau aktivitas tidak normal. Lakukan pembaharuan terhadap program tersebut agar mendukung kinerja pemberantasan lebih baik lagi.

Melakukan Pengujian Keamanan Secara Rutin

Tahap ini berguna dalam memastikan kelemahan dan celah dalam sistem yang dimiliki oleh Kampus UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University terlindungi dengan baik. Ada beberapa pengujian yang dapat dilakukan, seperti pengujian celah keamanan, batas perimeter, pemeriksaan jalur penetrasi sistem dan sebagainya.

Semakin sering menguji kelemahan sistem cyber tersebut, maka nantinya dapat segera diatasi agar tidak memberikan dampak buruk bagi kelangsungan ekosistem digital tersebut. Peran auditor dalam hal ini memantau dan mencari tahu apa yang perlu ditanggulangi dan ditingkatkan.

Melakukan Perbaikan Bug pada Sistem

Bug bila diartikan dalam sebuah program mengalami error yang terjadi pada source code. Sehingga ada hasil output tidak sesuai dengan interaksi input dari pengguna. Oleh karena itu, hadirnya programmer handal sedapat mungkin memperbaiki gangguan tersebut agar sistem berjalan sebagaimana mestinya.

Memang tidak separah apabila terkena virus dan serangan hacker. Namun hal tersebut tidak bisa diremehkan karena dengan adanya kecacatan pada sistem siber tersebut, dapat memicu terjadinya masalah lain dan menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menyalahgunakan.

Mengadakan Kompetisi Terkait Sistem Keamanan Cyber UNTAN

Kampus UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University diisi oleh banyak mahasiswa berprestasi dan memiliki bakat unik. Selain itu, Fakultas Teknik juga merupakan bagian dari program studi. Maka tidak salah apabila menerapkan suatu kompetisi dalam memperebutkan hadiah, agar mereka mencari tahu tentang kelemahan pada sistem kampusnya.

Generasi cerdas tersebut akan lebih bersemangat untuk memberikan terobosan dalam peningkatan keamanan yang perlu dilakukan. Mereka nantinya akan melakukan uji dari berbagai aspek lingkungan sistem siber, melaporkan masalahnya dan memberikan solusi penanganannya.

Melakukan Update Perangkat Lunak Versi Terbaru

Setiap perangkat lunak baik yang berjalan di computer atau via smartphone perlu adanya pembaharuan. Karena pada saat melakukan update tentu ada peningkatan yang dilakukan oleh pembuat aplikasi tersebut. Sebagai contoh Sistem operasi, menyarankan penggunanya untuk melakukan pembaharuan.

Sama halnya dengan program antivirus, hal ini sangat diperlukan mengingat program tersebut berguna dalam mengatasi masuknya virus komputer pada sistem siber kampus UNTAN. Dengan melakukan update maka bila ada virus computer jenis baru, aplikasi tersebut sudah mampu mengatasinya.

Melakukan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Lain

Saat ini, diketahui bahwa banyak perguruan tinggi di Indonesia menerapkan cyber university bagi kampusnya. Tentu tidak salah apabila Universitas Tanjungpura bekerja sama dalam rangka meningkatkan mutu dari penerapan cyber campus melalui saran yang membangun UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University.

Berlangsungnya sebuah kompetisi antar perguruan tinggi akan mempererat kebersamaan antara satu kampus dengan yang lainnya. Dalam melakukan kerjasama untuk membangun sebuah ekosistem digital, UNTAN dapat mencontoh penerapan dari universitas lain apabila memang layak diterapkan.

Berbagai Kampus di Indonesia Menerapkan Cyber University

Cyber university sebaiknya diterapkan pada semua kampus di Indonesia, agar terlihat lebih modern dan maju dengan menerapkan sistem berbasis teknologi informasi. Sebab, jika semuanya dilakukan secara manual atau tradisional sangat memakan banyak waktu seperti menulis absensi di kertas.

Ada beberapa nama kampus yang menjalankan cyber university, seperti di Tangerang misalnya ada Universitas Terbuka. Lalu di Jakarta terdapat Universitas Nasional. Sedangkan untuk perguruan tinggi negeri ITB Bandung, UI Depok, ITS Surabaya, serta UNTAN (Universitas Tanjungpura), Pontianak.

Kampus dari berbagai provinsi pada kondisi sekarang ini, menggunakan konsep cyber university masih belum bisa menggantikan peranan universitas tradisional. Maka dari itu, langkah yang dapat diambil adalah dengan menggabungkan keunggulan dari konsep tradisional dan modern.

Karena sifatnya yang jauh berbeda dengan universitas tradisional dalam proses belajar mengajar. Maka diperlukan motivasi tinggi baik dari para mahasiswa maupun dosen sendiri. Sebab apabila kemudahan dan keringanan dari metode cyber university digunakan hanya untuk bermalas-malasan tentu tidak bijak.

Baca Juga : Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Jakarta

Penjabaran di atas adalah salah satu fakta mengenai UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Dimana perguruan tinggi tersebut sudah mulai memberlakukan cyber campus, demi meningkatkan mutu belajar mengajar tanpa harus datang langsung menuju lokasi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.